TENTANG KITA, TENTANG PERUBAHAN
09 Jul 2009 4 Comments
in Life Wisdom Tags: change, life, perubahan
Sekali lagi,
Kata “ajaib” ini menjadi segala jawaban dari setiap permasalahan yang saya dan mungkin kalian semua alami.
Perubahan.
Change.
Ternyata dalam aplikasinya tidak semudah seperti saat kita menuliskan atau memikirkan atau sekedar membicarakannya.
I take my time to think.
Dan saat saya sadar,
Bahwa selama ini kata “ajaib” ini cuma sekedar hinggap di mulut saya saja,
dan berakhir disitu pula, tanpa ada apa-apa seperti yang dibicarakan,
I really didn’t know what to say.
I’m ashamed.
Malu terhadap segala hal,
Malu karena saya baru saja tersadar betapa susahnya kita sebagai manusia untuk membuat suatu perubahan yang berarti dalam hidup.
Malu karena sebuah kata “i will change” selalu cuma habis begitu saja di mulut.
Dan akhirnya saya menangkap esensi dari pemikiran yang memalukan tersebut. Pemikiran bahwa sebenarnya ada sesuatu yang menghalangi perubahan itu untuk merealisasikan dirinya kepada kita.
Sebuah halangan yang paling berat daripada segalanya.
Diri Kita Sendiri.
Kita itu malu untuk mengakui bahwa kita butuh perubahan.
Kita enggan menyadari bahwa perubahan adalah hal yang kita butuhkan.
Kita terlalu sombong dengan diri kita sendiri yang kita rasa sudah paling benar.
Kita terlalu sombong untuk mengakui bahwa sebenarnya kita membutuhkan sebuah perbaikan. We need to fix our weaknesses, our minus.
Kita malu untuk mengakui bahwa kita tidak sempurna.
Padahal MEMANG KITA TIDAK SEMPURNA.
Selama ini berapa banyak dari kita yang sembunyi di balik kata-kata:
“ I can’t”, “ I could not”, “ I was born like this”, “ It’s impossible”, “ I try, but….”
Kata-kata pamungkas siapa ini?
Saya salah satunya.
Dan hampir semua dari kita pernah melontarkan kata-kata ini.
Ada saja alasan untuk defend diri kita dalam serangan memalukan dari apa yang sudah pernah kita lontarkan.
Kata yang bernilai negatif yang menyiratkan kepesimisan.
Tidak ada positifnya sama sekali.
Dengan mengeluarkan statement semacam itu,
Kita hanya akan semakin terkurung di dalam diri kita yang tidak akan pernah berkembang, karena dibatasi oleh diri kita sendiri.
Sekali lagi kita bertemu dengan musuh abadi,
DIRI SENDIRI.
Perubahan butuh keberanian.
Keberanian untuk menghadapi apa yang ada di depan, setelah kita berubah.
Keberanian untuk meninggalkan segala hal yang nyaman di belakang.
Keberanian untuk mempelajari hal-hal baru yang kita dapatkan dari proses perubahan.
ya, dan memang, tidak semua perubahan itu baik atau membawa sesuatu yang kita harapkan.
Tetapi dengan berubah,
kita pun berkembang,
Menjadi manusia seutuhnya.
Kita maju, dan tidak tertinggal di belakang.
Mereka yang tidak berubah, seperti mobil yang sedang mogok saat ingin berangkat kerja.
Stuck, membuang-buang waktu yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan dan hasil yang menakjubkan.
Kita yang tidak mau berubah,
Akan lebih bobrok daripada anak jalanan yang memiliki keinginan melanjutkan sekolah, dan belajar di sela-sela kegiatannya mengamen.
we don’t change,
we stuck.
we stop.
and left by the world and the time.
Waktu itu diciptakan untuk terus berjalan,
Bukan untuk menunggu kita,
Waktu itu ada dimaksudkan agar kita berleri mengejarnya dengan segala kemampuan yang ada, mengerjakan hal-hal yang sesuai dengan dedikasi kita.
Agar nanti saat tiba saatnya waktu kita berhenti,
kita sudah punya cukup modal,
untuk ditinggalkan as our legacy to human being.
Jangan pernah berubah saat sesuatu memaksa kita untuk berubah.
Jangan menunggu untuk kehilangan hal berharga terlebih dahulu agar bisa berubah.
Karena Anda tahu pasti, penyesalan di akhir tidak pernah berguna.
Sebaiknya Anda membaca:
Who Moved My Cheese – Spencer Johnson (Sebuah kisah mengenai perubahan yang dikemas secara menarik dengan ilustrasi dua ekor tikus mencari keju)
If Success Is The Game, These are The Rules – Cherie Carter-Scott Ph.D (Sebuah guidelines menuju fondasi kehidupan yang sejati)

Nov 24, 2009 @ 08:50:33
Tulisan penyemangat….
Berubah itu kata kuncinya.
Terkadang kita sulit berubah, penyebabnya pikiran sendiri…
Di dunia ini mustahil adalah pasti..
Jika kita mengganti dan menghentikan “kata tidak “..
Oleh karena itu berubah harus dimulai dari pikiran.
Sebab orang lain tak bisa menolong kita; hanya diri sendiri penolong sebenarnya…;)
Jul 27, 2009 @ 10:18:31
Nice post, chita….
Jul 27, 2009 @ 10:08:59
Nice post, chita…
Stop Dreaming Start Action
Jul 23, 2009 @ 08:34:41
Menurut gw perubahan itu penting..kata itu jadi kata yang ampuh kalo dilepas dalam kerumunan orang atau dalam diri seseorang yang pasif, bosan dengan stagnansi. Obama did that, memanfaatkan rakyat amerika yang jenuh dengan WAR GOVERMENT nya BUSH ditambah krisis subprime morgage jadilah dia layaknya pahlawan pembawa perubahan. and guess what? people like it…
sayangnya yang gw perhatiin selama ini kata perubahan hanya jadi “euforia” sesaat saja. untuk membuat suasana mencapai klimaks. tp seperti hukum alam, saat mencapai klimaks, saat semua kata-kata perubahan dari hati dan mulut keluar, ditambah dengan aplikasi nya untuk mendukung keinginan untuk berubah, akan datang “fase turun” and our life will be like before. no change
gw ngerasain itu dan gk munafik. hehhe
hanya sedikit orang yang menurut gw bisa “menampar” dirinya sendiri dan serius untuk berubah.
perubahan gampang diucapkan. tp hal yang paling susah dilakukan