THE BEAUTY OF DIVERSITY
27 Jul 2009 2 Comments
in Life Wisdom Tags: different, diversity, kehidupan, life, perbedaan
Hari ini Saya mendapatkan sebuah pembelajaran baru. Yang mungkin juga baru hari ini Saya jadikan pembelajaran. Karena setelah Saya sadari hal seperti yang terjadi hari ini, sering sekali Saya dan mungkin kita semua temui di kehidupan kita sehari-hari.
Singkat cerita, setelah seharian berdiam diri di kosan tercinta. Malamnya sekitar jam setengah 12, Ibu kosan dan bapak kosan terdengar sedang beradu argument. Sedikit terganggu dan parno kalau-kalau mereka berantem, Saya keluar sok-sok mau ke kamar mandi dan mengambil minuman dari dispenser.
Akhirnya mereka pun mengajak Saya untuk mendengarkan apa yang mereka sama-sama keukeh-in dari tadi. Intinya mereka sedang berbicara mengenai masalah takdir dan usaha (ikhtiar).
Dalam kehidupan, kita mungkin memiliki berbagai macam persepsi mengenai satu hal, even mengenai sebuah kata. Sebuah ungkapan, kalimat atau kata-kata yang kita gunakan dalam keseharian kita, dan kita anggap sebagai suatu hal yang biasa, bisa jadi menurut orang lain adalah hal yang besar atau bisa menyinggung perasaan. Tak ayal, hal-hal seperti inilah yang seringkali menimbulkan konflik dalam kehidupan. Ya, iklan kartu as yang berquote “MULUTMU HARIMAUMU” Saya akui benar kali ini.
Apa yang menjadi bahan ulasan dan sharing-an pertama Saya saat ini adalah bahwa Perbedaan adalah sebuah hal yang akan kita temui setiap hari, karena perbedaan tersebut yang akan mengajarkan kita suatu hal yang tidak kita temui dalam diri kita. Dan dari situlah, maka perbedaan menjadi sebuah keindahan yang tidak akan pernah hilang sampai kita menutup mata.
Perbedaan persepsi seperti yang Bapak dan Ibu kosan Saya alami malam hari ini, bukan hanya ditemui saat ini. Namun sudah sejak dulu, dan hingga sekarang mereka sama-sama tidak memiliki ide apapun untuk bisa menyatukan perbedaan tersebut. Pelajaran kedua Saya kemudian adalah bahwa Perbedaan tidak untuk disatukan, namun untuk dimengerti, sehingga membuat manusia di seluruh penjuru dunia saling memahami satu sama lain. Karena apabila perbedaan disatukan, maka tidak ada argument, tidak ada konflik, tidak ada pembelajaran. And you know what? Life would be as flat as a piece of paper.
Fakta selanjutnya yang akan Saya beberkan untuk mendukung hasil asumsi Saya adalah bahwa sebenarnya, tidak peduli seberapa samanya manusia di dunia, tidak ada satupun manusia yang PERSIS SAMA. Kembar identik pun lahir dengan perbedaan yang signifikan. Apalagi dengan kakak beradik? Dengan teman karib? Atau pasangan suami istri? Lebih-lebih dengan teman satu sekolah yang dididik dengan cara yang sama? Atau orang-orang yang dewasa dalam satu sistem kepercayaan?
Semakin luas hubungan kita dengan orang yang lain, maka semakin luas juga rentang perbedaan yang akan kita temui. Saya tidak berbicara mengenai perbedaan Agama, Suku, ataupun Ras. Yang Saya bicarakan adalah bagaimana sebenarnya Tuhan menciptakan otak dan nurani manusia yang unik satu sama lainnya. Yang tidak sama satu sama lainnya. Which is really awesome. All I can say is only Subhanallah. Tuhan dengan segala keagungannya.
Perbedaan yang hadir itulah sebenarnya yang kita pelajari dalam hidup. Bagaimana sebuah hubungan persahabatan, pernikahan, kekerabatan, kekeluargaan bisa bertahan, adalah pada saat seluruh unit didalamnya belajar dari perbedaan masing-masing.
Belajar untuk bisa mengerti bahwa sebenarnya apa yang kita maksudkan sama, namun hanya cara penyampaiannya yang berbeda. Mengerti bahwa setiap manusia memiliki pola berpikir yang unik. Yang membuat kita, manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.
Saat kita mulai mengerti hal tersebut. Mengerti akan perbedaan dan menerjemahkan sebuah perbedaan sebagai suatu keunikan. Maka kita akan belajar untuk menghargai setiap manusia; opininya, paradigmanya, cara berpikirnya, perilaku, sikap atau apapun itu namanya. Then that was I realized we all missed. Impian tentang dunia as a better place to live in well actually start from that point. Start from people put their UNDERSTAND and RESPECT to each other.
Saya merasa lebih baik. Walaupun seperti notes dan catatan Saya sebelumnya, untuk memulai sebuah perubahan adalah tidak semudah membalikkan telapak tangan. But if we never try, we never know. If we never know then we never dream.
Ulasan Saya saat ini sebenarnya adalah untuk kita semua yang sering sekali menjadikan sebuah perbedaan sebagai masalah, untuk melihat hal tersebut dengan lebih jelas. Bahwa tidak ada hal di dunia ini yang diciptakan untuk menimbulkan konflik. Konflik terjadi karena kita. Diri kita yang menolak untuk mengerti dan saling menghargai, dan memilih untuk bertahan dalam ego that will lead us NOWHERE. NOWHERE.
Mulailah dengan hal ini, karena sebenarnya memahami perbedaan adalah sebuah proses penghidupan yang bermasyarakat. Kita makhluk sosial, saling membutuhkan. Bukan untuk saling menjatuhkan dan saling meniadakan satu sama lain.
A Big Thanks to My Father. The one who always be my role model. For the inspiration at understanding and respecting each other. I really miss you dad. And My Mother for always being a great lover in my whole life. I put all my life dedicated to you.
Dan untuk Ibu dan Bapak kosan Saya, terima kasih telah mengajarkan Saya suatu hal yang sangat berharga. My best wishes for both of you.
For all the human race in this world, let us start to make the world worth living.

Sep 24, 2009 @ 00:55:08
nice writing^^
Jul 30, 2009 @ 15:25:20
makin bagus saja tulisannya…
terima kasih untuk sedikit renungannya